
KITAB KUNING DAN PARTAI POLITIK
Akhir-akhir
ini saya merasa tidak nyaman dengan Beberapa Partai Politik yang “menampilkan”
Kitab Kuning sebagai alat promosi nya seolah-olah ada grand desain besar yang
mereka bangun terhadap pola pikir masyarakat untuk kepentingan golongan
tertentu bahwa seolah-olah mereka Mendukung dan membangun Pesantren-pesantren,
Pro pesantren dan Loyal kepada Pesantren,
Bukan
Persoalan Boleh atau tidak, baik atau tidak Syah atau tidak, tapi Persoalan
REALITA (KENYATAAN)
![]() |
| sumber Gambar : Google |
Ya Realita yang
ada adalah para Pemangku Kekuasaan Lupa terhadap Pesantren- Pesantren apalagi
mengikuti Program-program nya, menjenguk saja tidak Pernah, itu pun jika ada “mau”
nya baru bersilaturrahim kepada Kiyai setelah itu selesai,
Silaturrahim
nya 5 tahun sekali Hehe..
Kembali kepada
topik pembicaraan. terbukti dengah “Sepih” nya pesantren-pesantren, bahkan
matinya pesantren-pesantren di berbagai daerah.
Jika anda
tidak sepakat dengan tema ini
izinkan saya
BERTANYA jika memang benar Golongan tertentu itu Pro Pesantren, pendukung
pesantren dan berbasis pesantren:???
1. Adakah Program
Gaji Ustadz/Kyai (sebagai penunjang biaya belajar dan mengajar) bahkan untuk
mensejahterakan keluarga nya,
ingat mereka juka MANUSIA yang butuh Makan dn menafkahi Keluarga
2. Adakah Program
Pembangunan Pesantren?
3. Adakah Bantuan
Beasiswa “Santri” ?
4. Adakah Donasi
Kitab Kuning dan Alat-Alat Pesantren?
5. Adakah Program
yang Bertujuan Memakmurkan Pesantren
Saya rasa
TIDAK ADA, saya adalah salah satu yang pernah Nyantri di pesantren “Gubug”
sangat miris dengan Kondisi saat ini, banyak pesantren yang Hidup tidak dan
Mati pun Enggan, dan banyak yang sudah ditinggal kan oleh Generasi-generasi
kita.
Pesantren mulai
dilupakan oleh masyarakat kita..!
Pesantren
Mulai di pandang Sebelah mata oleh Masyarakat kita?
Pesantren mulai
tidak ada Ghiroh dan Penghargaan oleh masyarakat kita?
Jika dengan
permasalahan yg AKUT ini hanya ditolong dengan Program “Musabaqoh” saja ini
adalah KELIRU
Solusi yang
Cerdas Pro Pesantren Bukan dengan itu saja, bukan dengan Spanduk-spanduk saja
yang menampilkan wajah seseorang! jauh dari pada itu PESANTREN harus kita
dukung Dengan Sunggug-sungguh dengan aksi real dan kerja-kerja nyata,
Coba bayangkan
saja Jika Program Musabaqoh itu kita alihkan kepada Beasiswa santri, Donasi
Kitab Kuning dan pembangunan Pondok-pondok pesantren itu akan Jauh Lebih
Bermanfaat dan Lebih Mengena tepat sasaran
SEKALI LAGI
bukan mempermasalahkan Program nya tapi kepada Ghiroh kita membangun Basic
Pesantren…
Akhir nya
Saya memohon maaf kepada Manusia dan Memohon Ampun Kepada Allah dengan Segala
Kekhilafan dan Kedhoifan ini.
=================
HAMBA YANG
DHOIF
Sugleli
Al-Azam
Kota Serang,
14-04-2016
04.00- WIB
Pagi dini
hari ditemani secangkit air teh :D