
"Ide Gerakan Pemuda Masa Depan Untuk Indonesia". Menjadi Soko Guru Peradaban
“Demi Rabb
Muhammad, sekiranya bukan karena bentangan samudera ini yang menjadi
penghalang, niscaya aku akan taklukkan seluruh jagad raya ini demi meninggikan
kalimat-Mu, wahai Rabbku, saksikanlah…” ***
Kalimah ini terlontar oleh lisan mulia seorang panglima perang penakluk afrika “Uqbah bin Nafi” seorang
pemuda yang gagah pemberani pada zaman Bani Umayyah yang diucapkannya ketika ia
berdiri di hadapan Samudera Atlantik yang luas, bahwasasanya ia ingin
menyampaikan sebuah pesan bahwa seorang pemuda memiliki kekuatan dan harapan
yang kuat untuk menaklukan dunia sehingga menjadi ujung tombak peradaban islam,
Sebuah cita-cita besar menjadikan negara yang memiliki peradaban dunia sehingga
menjadi guru soko peradaban sebuah asa yang pasti mungkin terjadi apabila
semangat pemuda selalu berkobar tinggi sehingga akan menyalakan
semangat-semangat baru, Seorang ulama
yang sholih memiliki intelektual yang tinggi sehingga menjadi orang yang berpengaruh
di negara mesir Imam syahid hasan al-banna beliau mengumpamakan kedahsyatan semangat
pemuda seperti halnya aliran arus listrik yang memasuki kerumah-rumah
masyarakat sehingga ia siap digunakan kapanpun dimanapun dan tentunya dari arus
listrik tersebut akan menerangi perumahan-perumahan
yang ada, begitulah semangat pemuda yang siap ditempatkan kapanpun dan dimanapun
yang meliputi berbagai aspek-aspek kehidupan masyarakat sehingga sinyal
semangat pemuda dapat tersampaikan oleh masyarakat luas, inilah yang seharusnya
pemuda lakukan mensetel aliran arus listrik pada setiap rumah-rumah sehingga
mampu menjadi keluarga yang islami yang penuh semangat juang kemudian dari
keluarga yang islami itu bisa dapat mudah untuk disatukan dalam jama’ah
sehingga terbentuklah negara yang islami, tentunya menjadi soko guru peradaban
bukanlah hal yang mudah akan tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin dan akan
mungkin terjadi apabila seorang pemuda memiliki semangat juang dan selalu
berkobar sehingga mampu membangkitkan pemuda yang lain dan kembali bersama-sama
membangun strategi dan terus dan terus bergerak, ada beberapa ciri pemuda dan
akan menjadi syarat mutlak untuk menjadikan sebuah soko guru peradaban
diantaranya adalah :
-
Pemuda yang memiliki tekad
Seorang pemuda haruslah memiliki azam (tekad) yang kuat, bukanlah seorang
pemuda apabila ia tidak memiliki tekad yang kuat, sebuah syarat utama untuk
membangun negeri sebagai soko guru peradaban dunia, tentunya dengan seorang pemuda
yang memiliki tekad yang kuat yang memiliki visi besar sehingga ia harus
berbuat besar untuk negeri ini
-
Pemuda yang senang beramal dan
bergerak
Dan Katakanlah: "Bekerjalah
kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat
pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan
yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
kerjakan (QS : At-Taubah :105)
Inilah ciri seorang pemuda
yang selalu beramal dan bergerak dalam kondisi apapun baik dalam keadaan lapang
maupun sempit, dalam keadaan sendiri ataupun ramai, terlihat ataupun tidak ia
selalu beramal dan beramal sholih, ia tidak mengharapkan pujian atau kedudukan
yang ia harapkan adalah balasan kebaikan dari Allah semata karena ia paham
betul setiap langkah perjuangannya pasti akan dibalas oleh Allah SWT sehingga
yang ada adalah selalu optimis dan semangat disetiap langkah perjuangannya.
-
Pemuda yang taat dan ikhlas
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al-An’aam:162)
Pemuda
yang selalu taat kepada Allah, Rasul dan pemimpinnyalah yang kelak sebagai
pemegang peradaban dunia ini adalah sebuah kunci sebuah pergerakan islam untuk
membangkitkan peradaban, kemudian pemuda yang ikhlas adalah ia memiliki kemurnian
dalam beraqidah kepada Allah ia meyakini dengan setulus hati tanpa ada keraguan
sedikitpun bahwa manusia diciptakan oleh Allah hanya untuk penghambaan kepada-Nya
dan ia juga tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun sehingga kemurnian
aqidahnya tetap terjaga, inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemuda yang
selalu taat dan ikhlas kepada Allah semata
-
Pemuda yang berkarya dan membangun
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam
barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun
kokoh (QS. As-Shof : 4)
Seorang
pemuda harus memiliki pemahaman yang utuh terhadap peradaban islam, peradaban
tidak akan terwujudkan tanpa adanya sebuah karya-karya besar yang dapat
membangun keberlajuan dalam membentuk soko guru peradaban dunia tentunya dengan
kerja-kerja nyata dan ide-ide besar seorang pemuda lah akseleresi peradaban itu
akan segera nampak dihadapan kita, seorang pemuda harus mempunyai pola pikir
dan prinsip bahwa beramal itu wajib, menciptakan sebuah karya adalah ibadah,
dan membela agama Allah adalah jihad inilah yang seharusnya ditancapkan kepada
jiwa-jiwa seorang pemuda sehingga ia selalu bersemangat dalam bekerja dan
berkarya dan juga seorang pemuda harus mampu membangun negeri ini menjadi soko guru
peradaban yang baik, tentunya hanya orang-orang yang sabar dalam membangunnya,
tak kenal lelah dan tak mengenal henti untuk berjuang tanpa mengenal bosan dan
balasan dari manusia dan selalu bebuat baik saling tolong menolong dan saling
menasihati ketika ia mulai lemah dan menasihati ketika ia dalam amarah.
Itulah empat ciri seorang
pemuda yang akan disiapkan dalam membangun peradaban dunia, dalam mempersiapkan
menjadi soko guru peradaban, tentunya dengan persiapan yang matang sehingga
cita-cita besar untuk menegakan dan membumikan al-Qur’an dimuka bumi ini dapat
terwujud, ada hal penting yang harus dipersiapkan oleh para pemuda diantaranya
adalah:
-
Bekal aqidah yang kuat
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal (QS. Al-Baqarah :197)
Aqidah adalah bekal utama bagi orang-orang yang akan
berjuang, sehingga ia tak mengenal lelah dan takut oleh ancaman apapun. Setiap
rintangan dan cobaan ia lewati karena ia meyakini dengan sepenuh hati bahwa
Allah bersamanya dan setiap orang yang menolong agamanya maka Allah akan
menolongnya.
-
Bekal Ibadah yang baik dan benar
Modal yang kedua yang harus dimiliki oleh seorang
pemuda yang akan berjuang dijalan Allah dalam menegakkan kalimah tauhid dimuka
bumi ini adalah mempersiapkan diri untuk ibadah dengan cara yang baik dan benar
sehingga akan menambah kedekatak kita terhadap Allah SWT, Bukankah Allah
sebagai penolong dan pemegang hati-hati manusia hanyalah Allah yang mampu
membolak balikan hati manusia bukan hal yang tidak mungkin yang awalnya
membenci kita kemudian Allah memberikan hidayah dan kemudian cinta kepada kita seperti
sahabat Rasulullah, sayyidina Umar RA, sehingga ia menjadi pembela bahkan
menjadi garda terdepan ketika berperang, hanya Allah lah yang maha mengetahui
hati-hati kita.
-
Bekal Sempurnanya Akhlaq
Rasullah SAW di utus oleh Allah dimuka bumi ini
hanyalah untuk menyempurnakan akhlak, begitu pentingnya akhlak sehingga rasul
SAW diutus hanya untuk menyempurnakannya, dalam al-qur’an Allah SWT menyebutkan
bahwa akhlaq yang paling baik adalah akhlaqnya Rasullah. Sehingga kita tidak
perlu lagi mencari-cari idola seperti para remasa umumnya mereka mengidolakan
para artis padahan sebenarnya yang harus di idolakan adalah rasullah SAW karena
akhlaknya yang mulia, Dalam hal ini seorang pemuda harus dibekali dengan
akhlaqul karimah sehingga dakwah yang ia emban dapat diterima secara luas oleh
masyarakat inilah harapan besar para mujahid yang telah mendahului kita dengan
harapan ada generasi pengganti yang lebih baik dari padanya.
-
Kematangan intelektual
Seorang pemuda harus memiliki intelektual yang tinggi,
sehingga ia tidak terbawa oleh arus globalisasi dan westernisasi, hanya dengan
kematangan intelektual propetiklah segala sesuatu bisa dibedakan antara
kebenaran dan kebathilan. Terkadang seorang pemuda yang belum siap menerima dunia
Globalisasi ia terbawa arus sehingga yang terjadi adalah ia terjerumus kedalam
jeratan syaitan yang terkutuk, berarti kesimpulannya adalah seorang pemuda
harus memiliki kematangan intelektual dengan pendekatan rubbubiyah (ketuhanan)
bukan filsafat barat akan tetapi melalui pendekatan Al-Qur’an dan As-Sunnah,
-
Bekal Tubuh yang kuat
Dan siapkanlah untuk menghadapi
mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat
untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang
Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS.
Al-Anfaal: 60)
Rasullah SAW adalah contoh yang baik
selain seorang panglima perang dan pemimpin umat beliau juga seorang yang
sangat kuat dan memiliki tubuh yang sehat
terbukti ketika menerima tantangan dari ubay bin khalaf ketika
peperangan di bukit uhud Rasullah menghantam dan menerkam tombaknya tepat
didada ubay bin khalaf sehingga ia terpental jauh dan jatuh dari
kudanya, dalam kasus lain Rasullah SAW diminta untuk memecahkan sebuah batu
ketika penggalian parit dalam persiapan perang handak, Ini berarti Rasulullah adalah
seseorang yang memiliki fisik yang kuat, pantas rasullah SAW bersabda “Orang
mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada mukmin yang
lemah”, dari penjelasan diatas kita bisa memetik hikmah yang perlu kita
perhatikan dan menjadi bekalan untuk bergerak dalam membangun soko guru
peradaban dunia yaitu memiliki tubuh yang kuat dan pantang sakit.
Dari penjelasan diatas Bukan hal yang
tidak mungkin bagi para Aktivis dakwah menjadikan indonesia kiblat dari soko
guru peradaban dunia, sebuah hadiah besar dari Rasullah SAW untuk penduduk
indonesia sejak sekitar 1400 tahun yang lalu Rasullah menyampaikan kabar gembira
yang membanggakan kaum muslimin di indonesia, berita itu langsung disampaikan
oleh manusia pilihan yang sangat mulia, nabi terakhir sayyidina Muhammad SAW, berita
itu adalah yang berbunyi :
“Sesungguhnya
Allah melipat untuk ku bumi, maka aku bisa melihat ujung timur bumi dan ujung
baratnya dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang dilipat
untukku, aku juga di karuniai dua perbendaharaan (kekayaan) merah dan putih”
(HR. Muslim)
Dalam hadist diatas disebutkan bahwa Allah SWT memberikan
karunia dua perbendaharaan (kekayaan) merah dan putih, lalu pertanyaan besarnya
adalah Negara manakah yang memiliki lambang merah dan putih? jawabanya adalah
Negara Indonesia “Allahuakbar” semangat juang dan semangat optimis harus kita
tancapkan dalam jiwa-jiwa para perindu kemenangan dan kejayaan islam karena
rasullah SAW sudah menyampaikan hal itu dan kita sebagai umatnya harus meyakini
dengan sepenuh hati, dan saya berpendapat bahwa kejayaan menjadikan negeri ini
sebagai soko guru peradaban ibarat bom waktu hanya saja menunggu kapan ia akan
meledak, Kini saatnya Indonesia bangkit seperti pepatah mengatakan
“Sesungguhnya seekor bughath (burung kecil) di tanah kita telah berubah menjadi
elang” Negara kita harus berubah menjadi
guru soko peradaban dari berbagai sisi kehidupan manusia.
